2.855 Orang Ikuti Ujian Masuk Poltekesos Bandung

2.855 Orang Ikuti Ujian Masuk Poltekesos Bandung
Kemensos mulai pembangunan Kampus Poltekesos Bandung untuk mengakomodasi pembukaan dua program studi baru

JAKARTA, RABU (17/07/2019) - Menteri Sosial  Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung bersiap membuka bidang studi baru yakni Program Sarjana Terapan dan Program Studi Kewirahusahaan dan Program Studi Psikososial Masyarakat.

Menurut Mensos, langkah ini merupakan respon Poltekesos Bandung dalam menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0, sehingga Poltekesos Bandung perlu melakukan transformasi dalam segala aspek, baik kelembagaan, manajemen, prodi yang relevan, laboratorium, dan sarana prasarana.

“Selain itu juga harus ada peningkatan kompetensi dosen, kampus yang kondusif, serta mengembangkan jejaring kerja dengan berbagai pilar-pilar pengguna penyelenggara kesejahteraan sosial sehingga bisa menjawab kebutuhan industri maupun di dalam penempatan kerja/dunia kerja dan Lembaga Kesejahteraan Sosial,” kata Mensos saat membuka Ujian Tulis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Poltekesos Bandung Tahun Akademik 2019/2020 di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (17/07/2019).

Dalam pengembangan dua program studi tadi, kata Mensos, Poltekesos akan bekerja sama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam Program Sarjana Terapan Program Studi Kewirahusahaan, dan dengan Universitas Padjadjaran dalam pengembangan Program Studi Psikososial Masyarakat.

“Langkah ini juga bagian dari upaya pemenuhan RUU tentang Pekerja Sosial yang saat ini sedang dalam pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” kata Mensos. Kemensos juga sudah menyiapkan lokasi kampus baru di Kabupaten Bandung dengan dukungan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagaimana disampaikan Gubernur Ridwan Kamil pada acara peresmian Poltekesos, beberapa waktu lalu.

Mensos menambahkan, Program Studi Kewirahusahaan diperlukan agar mahasiswa handal menghadapi dinamika sosial masyarakat bidang ekonomi dan pemberdayaannya. “Diharapkan dengan penguasaan kewirausahaan, pekerja sosial bisa membantu kemampuan ekonomi masyarakat, “ kata Mensos.

Dengan demikian, kata Mensos, diharapkan lulusannya akan memahami tidak saja masalah aspek sosial, tetapi juga  kemandirian sosial melalui upaya penciptaan lapangan kerja maupun analis dampak sosial serta profesi pekerja sosial itu sendiri. “Pendekatan charity yang selama ini dikedepankan juga akan bergeser kepada fokus pemberdayaan melalui penguatan penciptaan lapangan kerja di sektor jasa maupun perindustrian,” kata Mensos.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Harry Z. Soeratin menyatakan, ujian tulis ini yang pertama sejak perubahan nomenklatur STKS menjadi Poltekesos yang diresmikan pada tanggal 9 Juli  2019 oleh Menteri Sosial, sesuai dengan Permensos nomor 4 tahun 2019 yang menindaklanjuti Surat Keputusan Menristekdikti Nomor: 436/KPT/I/2018.

‘Ujian seleksi PMB Poltekesos tahun akademik 2019/2020 diselenggarakan secara serentak hari ini tanggal 17 Juli 2019, pukul 08.00-13.00 waktu setempat di 15 lokasi yang tersebar di seluruh tanah air,” kata Harry.

Ujian diikuti peserta Program Sarjana Terapan sebanyak 2.822 orang dan Program Magister Terapan sebanyak 23 orang. “Peserta ujian tulis di Gedung Aneka Bakti Kementerian Sosial sebanyak 375 orang Program Sarjana Terapan dan  satu orang Program Magister Terapan,” katanya.

“Hasil ujian diperiksa menggunakan Digital Mark Reader (DMR).  Pengumuman hasil PMB Poltekesos akan dilaksanakan secara online pada tanggal 23 Juli 2019 melalui situs www.stks.ac.id dan www.kemsos.go.id Sedangkan registrasi mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan pada tanggal 24 -26 Juli 2018,” katanya.

Dalam peninjauan secara simbolis pelaksanaan Ujian Tulis di Gedung Aneka Bakti, Mensos didampingi oleh Kepala BP3S Harry Z. Soeratin, Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras, Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar, dan Plt. Direktur Poltekesos Dr. Marjuki.

Di samping itu, sebagai salah satu sarana memperkenalkan lingkungan kampus diadakan Pengenalan Program Institusi (PPI) pada 29 – 31 Juli 2019. Kemudian untuk meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa akan dilaksanakan Latsar bela negara dan Satgas Anti Narkoba pada tanggal 5 – 8 Agustus 2019.


Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI

Sonny W Manalu




Bagikan :