Beri Kuliah Umum Di Politeknik Negeri Lhokseumawe, Kepala Pusdatin Kesos Sampaikan Pentingnya Data

  • Beri Kuliah Umum Di Politeknik Negeri Lhokseumawe, Kepala Pusdatin Kesos Sampaikan Pentingnya Data
  • Asset 2
  • Asset 3
  • Asset 4

Lhokseumawe, 28 Mei 2024 – Disela jadwal Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) menghadiri rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-28 yang berpusat di Kabupaten Aceh Utara, Kepala Pusdatin Kesos berikan kuliah umum di prodi Teknologi Informatika dan Komputer (TIK) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) pada tanggal 28 Mei 2024 yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa dan Wakil Direktur I bidang Kemahasiswaan dan Alumni beserta jajaran prodi TIK PNL.

Pada kesempatan ini Kepala Pusdatin Kesos menjelaskan bahwa pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos) menjadi fokus utama Mensos Risma ketika awal menjabat, karena data yang tidak akurat menyebabkan ketidaktepatan sasaran dan pemborosan dari sisi keuangan negara yang menyebabkan pengentasan kemiskinan terhambat, sehingga setelah dilakukan pembenahan, 20 juta data yang tidak valid pada DTKS tahun 2021 telah ditidurkan.

Saat ini DTKS telah padan dengan dukcapil serta responsif terhadap dinamika penduduk dengan dilakukannya penetapan tiap bulan. “Sebenarnya data itu merupakan kewenangan kota, bukan pusat, karena tidak mungkin orang pusat lebih mengenal masyarakat di daerah dibanding orang daerahnya” jelas Kepala Pusdatin Kesos. “Itu merupakan kearifan lokal, karena pemda lebih tau kriteria miskin di daerahnya” lanjutnya. Sehingga pelibatan berbagai unsur terkait data sangat diperlukan, diantaranya yaitu partisipasi pemerintah daerah, pemerintah desa serta masyarakat dalam melakukan pengusulan serta sanggahan pada DTKS dan penerima bansos.

“Keseluruhan proses pengolahan data ini sudah berbasis teknologi informasi yaitu melalui Aplikasi SIKS-NG dan Aplikasi Cek Bansos” ujar Agus Zainal Arifin selaku Kepala Pusdatin Kesos. Melalui SIKS-NG pemda telah memperbaiki data sebanyak 47.723.727, usulan baru sebanyak 22.826.079 dan sudah ditidaklayakan sebanyak 9.051.599. Selain pemda, masyarakat juga telah berpartisipasi melalui Aplikasi Cek Bansos dengan usulan masyarakat yang telah disetujui sebanyak 1.045.961 dan sanggahan sebanyak 36.758. “Semua ini telah menjadikan DTKS makin kredibel dan akuntabel” ungkap Agus.

Pada kuliah umum ini Kepala Pusdatin Kesos juga menjelaskan berbagai pencapaian kerjasama Kementerian Sosial dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Cendrawasih (UNCEN), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Papua (UNIPA).

Kerjasama Kemensos dengan beberapa perguruan tinggi untuk pengentasan kemiskinan di berbagai daerah tersebut diantaranya yaitu pelatihan dan pembuatan kapal di Papua, instalasi pengolahan air bersih terpadu di NTT yang dimanfaatkan untuk kebutuhan harian masyarakat, budidaya bunga matahari serta untuk community center dan fasilitas kesehatan, pembuatan kompor rakyat berupa kompor gasifikasi biomass yang ramah lingkungan serta membantu petani garam di Desa Kusumba, Bali dengan menggunakan sistem tunnel sehingga produksi garam tidak bergantung cuaca. (ywn)

Bagikan :